Seduh Sedih Sudah

Hanya perempuan, kopi, dan puisi

Jumat, 10 Juni 2016

Semesta sore itu

Semesta bicara tanpa bersuara
Semesta ia kadang buta aksara
Sepi itu indah, percayalah
Membisu itu anugerah.

Diposting oleh Dessy Widia di 00.58
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2016 (42)
    • ►  April (4)
    • ►  Mei (14)
    • ▼  Juni (5)
      • Bicara Makna
      • Semesta sore itu
      • Beda
      • Aku Ingin Menjadi Sajak yang Kausukai
      • Memuisikan Lembar-lembar Yang Tak Selesai
    • ►  Juli (8)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  September (4)
    • ►  Oktober (1)

Mengenai Saya

Foto saya
Dessy Widia
Wanita Tulen
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2016 (42)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (8)
    • ▼  Juni (5)
      • Memuisikan Lembar-lembar Yang Tak Selesai
      • Aku Ingin Menjadi Sajak yang Kausukai
      • Beda
      • Semesta sore itu
      • Bicara Makna
    • ►  Mei (14)
    • ►  April (4)

Mengenai Saya

Foto saya
Dessy Widia
Wanita Tulen
Lihat profil lengkapku
Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.